MUSIK

Kamis, 01 Januari 2015

PETA KOGNITIF KETERAMPILAN DASAR KONSELING


PETA KOGNITIF KETRAMPILAN DASAR KONSELING
No
TEKNIK
DEFINISI
TUJUAN
MODALITA
CONTOH
APLIKASI
1
Attending (Perhatian)
Teknik yang digunakan konselor untuk memusatkan perhatian kepada klien agar klien merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas mengungkapkan tentang apa saja yang ada dalam pikiran, perasaan ataupun tingkah lakunya.

Rumus attending 3VS :
Visual, verbal traking (mngikuti arah pembicaraan, pembicaraannya runtut), Vocal (intonasi, artikulasi, kecepatannya harus ada dinamikanya), body language (solar)
Duduk sejajar , open gesture (tangan harus diperhatikan ), kecondongan tubuh , econtect, relex body language
1.     Agar konseli merasa dihargai.
2.    Agar terbina suasana yang kondusif saat proses konseling.
3.    Agar konseli dapat terbuka selama proses konseling
Ø  Non verbal :
-          Posisi badan  : duduk dengan badan menghadap klien, tangan berpegang bebas, responsive dengan menggunakan bagian wajah, badan tegak lurus tanpa kaku.
-          Kontak mata : kontak mata dengan melihat klien pada waktu dia berbicara kepada konselor dan sebaliknya.
-          Mendengarkan : mendengar dengan tepat dan mengingat dengan tepat apa yang dikatakan oleh klien.
Rumus 3M :
Mendengarkankan scra efektif
Memahami
Merespon
Klien : “bu..saya bingung”      
Ko’r : “coba ceritakan apa yang membuatmu bingung” ( posisi badang condong ke depan )
Klien : “ saya bingung harus bercerita bagaimana ke ayah saya soal saya pindah jurusan “..
Ko’r : ( kontak mata tetap terjaga, menunjukkan empati )
2
Opening (Pembukaan)
Teknik untuk membuka/memulai komunikasi/hubungan konseling.
Hal yang perlu dilakukan :
-          menyambut kehadiran klien.
-          membicarakan topic netral.
-          memindahkan pembicaraan topic netral ke dalam permulaan konseling
Setelah opening teknik netral
Fungsinya untuk mencuptakan hubungan baik
Kemudian kalimat penjembatan/transisi (ada pengantar td yg dibicarakan kemudian ke bhsan yg akn dibahas
Hindari kata : “ bisakah saya bantu ? “
Agar tercipta kepercayaan konseli terhadap konselor

Verbal
-          Memberi atau menjawab salam
-          Menyebut klien (Menyebut nama klien)
-          Mempersilahkan duduk
Non verbal
-          Konselor membukakan pintu, tersenyum
-          Jabat tangan
-          Senyum dengan ceria
-          Mengiringi konseli pada tempat duduk
Menyambut kehadiran klien
Klien : “assalamualaikum “ ( sambil mengetuk pintu )
Ko’r : “waalaikum salam “ ( sambil membukakan pintu, berjabat tangan )..mba dina, silahkan masuk, silahkan duduk .
Membicarakan topic netral :
Ko’r : “Silahkan duduk mba dian..”
Klien : “ iya bu..”
Ko’r : “ bagaimana kabarnya mba dian ?”
Klien : “baik bu..”
Ko’r : “ibu dengar mba dian kemarin ikut lomba menyanyi…” ( topic netral )
Pengalihan topik netral
Ko’r : “ setelah kita membicarakan mengenai hobi mba tadi, apa ada hal lain yang ingin mba bicarakan dengan ibu ?”
3
Acceptance (penerimaan)
Teknik yang digunakan konselor untuk menunjukkan minat dan pemahaman terhadap hal – hal yang dikemukakan konseli.
Agar konseli merasa dihargai dan diterima keberadaannya.
Verbal :
-          Bentuk pendek : oh..ya, lalu, kemudian, ya …ya, hem..hem
-          bentuk panjang :saya memahami, saya dapat merasakan ….., saya dapat mengerti masalah ……..
Non verbal :
-          anggukan kepala
-          posisi duduk condong ke depan, memajukan sedikit kursi konselor
-          perubahan mimic
-          memelihara kontak mata
Verbal bentuk panjang
Klien : “ ibu dan ayah saya bertengkar dari kemarin, itu gara – gara ayah saya sering pulang malam. Saya bingung harus bagaimana agar ayah dan ibu saya tidak bertengkar lagi. Saya takut pada ayah saya. hal itu yang membuat saya tidak berkonsentrasi belajar.
Ko’r : “ibu bisa memahami perasaan mba dian”
Non verbal
Klien : “ saya sudah berusaha untuk selalu menyapa terlebih dahulu kepada sahabat saya. saya sudah mencoba untuk meminta maaf apabila saya mempunyai salah kepada sahabat saya tersebut….”
Ko’r  : ( menganggukan kepala )
4
Restatement (pengulangan)


Teknik yang digunakan konselor untuk mengulang/menyatakan kembali pernyataan klien ( sebagianatau seluruhnya) yang dianggap penting. (mengulang tanpa modalita)

Jenisnya ada 2 yaitu :
1.     Pengulangan kata ex : hamil ??, jatuh ??)
2.    Pengulangan kalimat (anda sekarang hamil ??)
Nada harus diperhatikan tidak boleh seperti orang kaget
1.     Menemukan dan memperjelas inti masalah dari konseli
2.    memudahkan konselor memberikan alternatif/arahan solusi yang dapat dilakukan.
3.    mengecek persepsi konselor.
Tidak terdapat modalita









Klien : “ saya sudah mengenalkan pacar saya kepada orang tua saya. saya berharap orang tua saya merestui hubungan kami, tetapi ternyata orang tua saya tidak merestui apabila saya dengan pacar saya menikah”.
Ko’r : “ orang tua mas arif tidak merestui hubungan mas arif dengan pacar mas arif ?”
5
Reflection of Feeling (Pemantulan Perasaan)
Teknik yang digunakan konselor untuk memantulkan perasaan/sikap yang terkandung di balik pernyataan klien.
1.     mendorong klien agar lebih terbuka
2.    agar  klien lebih percaya diri
3.    menunjukkan bahwa konselor benar – benar memahami klien
-          kedengarannya..
-          nampaknya..
-          sepertinya..
-          rupa – rupanya..
-          rasa – rasanya..
-          nada – nadanya..
-          kelihatannya..
Klien : “ saya tidak menyangka sahabat saya itu tega mengkhianati saya dengan merebut pacar saya bu. Saya masih heran. Dia adalah sahabat yang saya percayai “
Ko’r : “sepertinya mas alan kecewa sekali dengan tindakan sahabat mas alan..”
6
Clarification
Teknik yang digunakan untuk mengungkapkan kembali isi pernyataan klien dengan menggunakan kata – kata baru atau segar. Dengan bahasa konselor sendiri
1.     mengungkapkan isi pesan utama yang disampaikan konseli.
2.    mempertegas/memperjelas inti/isi pesan konseli
-          pada dasarnya
-          pada pokoknya
-          pada intinya
-          singkat kata
-          dengan kata lain
-          Pada hakikatnya
-          Pada prinsipnya..
Klien : “  kemarin adi mengajak saya nonton, tetapi ia mengingkari janjinya dan ia tidak datang sehingga saya menonton sendiri. Dan beberapa jam yang lalu ali, kakaknya adi mengajak saya nonton juga, saya langsung menolaknya. Saya berfikir bahwa ali juga akan mengingkari janjinya seperti yang dilakukan oleh Adi  karena mereka kakak beradik”.
Ko’r : “Pada intinya mba lulu menyamakan sikap ali dengan Andi?”
7
Paraprase
Teknik berupa kata – kata konselor untuk pengulangan kembali esensi dari pernyataan konseli.mengulang dengan bahasa klien
1.     menemukan inti permasalahan
2.    menyatakan kembali ungkapan klien.
3.    memberi arahan jalannya wawancara konseling.
4.    pengecekan kembali persepsi konselor tentang apa yang diungkapkan oleh konseli.
-          jadi anda berpikiran bahwa..
-          menurut anda….
-          anda mengatakan bahwa…
-          nampaknya yang anda katakana adalah ..…
Klien : “ sejak kelas 1 SMA saya sudah kos karena rumah saya jauh dari sekolah saya. saya sudah lama tidak pulang karena saya tidak berani menghadapi ayah saya. Nilai semester saya kemarin tidak memuaskan. Pasti ayah akan kecewa sekali dengan saya. Pasti ayah saya akan memarahi saya”
Ko’r : “ mba mengatakan bahwa mba ayu takut dengan ayah mba ayu?”
8
Structuring ( Pembatasan )
Teknik yang digunakan konselor untuk memberikan batas – batas/pembatasan agar proses konseling berjalan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dalam konseling.
Structuring sangat penting terutama bagi klien yg belum pernah melakukan konseling
Jenis – jenis structuring :
1.     Time limit : time limit dari konseli, time limit dari konselor.
2.    Role limit (pembatasan peran )
3.    Problem limit
4.    Action limit
1.     agar terjalin pandangan yang sama antara konselor dan konseli
2.    agar proses konseling berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
3.    klien akan menjadi siap dalam proses konseling
-          menurut pemahaman saya tentang konseling….
-          untuk memperlancar proses konseling..
-          perlu diketahui bahwa…
-          dalam masalah yang anda kemukakan tadi terdapat…
-          untuk menghemat waktu…
-          sekarang marilah..
-          tenang – tenang
Time Limit
Time limit dari konseli :
Klien : “ bu..saya ingin konseling dengan ibu, tetapi perlu ibu ketahui bahwa saya hanya mempunyai waktu 30 menit, karena nanti saya ada mata pelajaran tambahan..”
Ko’r : “ oleh karena hal tersebut, marilah kita memanfaatkan waktu 30 menit tersebut dengan sebaik – baiknya ..”
Time limit dari konselor
Ko’r : “ sebelum konseling dimulai, perlu diketahui bahwa nanti pukul  14. 45 ibu ada rapat bersama kepala sekolah, jadi ibu hanya mempunyai waktu 45 menit. Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan waktu 45 menit tersebut dengan sebaik – baiknya “.
Role Limit :
Klien : “saya benar – benar  tidak tahu harus bagaimana dalam menghadapi ayah saya yang tidak menyetujui saya dengan pacar saya. saya sangat membutuhkan saran dari ibu. Saya harus bagaimana menurut ibu?..”
Ko’r : “menurut pemahaman ibu tentang konseling, konseling itu bukan sepenuhnya pemberian nasehat dan saran. Semua keputusan ada ditangan mas alif, ibu hanya membantu mengarahkan mas alif untuk menemukan keputusan yang tepat”
Action Limit :
( klien berdiri dan menangis )
Klien : “ saya tidak mengharapkan anak ini lahir kedunia bu, saya malu apabila anak ini lahir tanpa ayah ( sambil menggebrak meja )”
Ko’r : “ tenang – tenang, mba ina boleh menangis dan merasa kesal, tetapi tolong mba ina jangan menggebrak meja, karena hal tersebut menggangu orang lain “
9
Lead (pengarahan)
Teknik yang digunakan konselor untuk mengarahkan pembicaraan klien dari satu hal ke hal yang lain secara langsung. Sering disebut ketrampilan bertanya.5W+1H
Jenis – jenis lead :
1.     lead umum (baik digunakan di awal proses konseling
2.    lead khusus
 Hindari kalimat Tanya apakah ….??? Karena jawabannya pasti iya/tidak dan mendorong klien untuk mencari atau membuat alasan. Sebaiknya tidak dilakukan beruntun karena terkesan konselor mengeksploitasi klien. 
1.     Mendorong klien untuk merespon pembicaraan terutama pada awal – awal pertemuan.
2.    Agar klien lebih terbuka   
3.    Menggali informasi lebih mendalam.
4.    Terfokusnya arah pembicaraan klien
Lead umum :
-          coba ceritakan
-          coba uraikan
-          coba jelaskan( kalimat tanya terbuka )
-          coba kemukakan
Lead khusus :
-          apa yang terjadi?
-          kapan kejadiannya?
(kalimat tanya tertutup ( 5W + 1H ) kecuali mengapa dan bagaimana)
Lead umum :
Klien : “ saya sedang bingung bu…”
Ko’r : “coba ceritakan kepada ibu hal yang membuat mba ira bingung saat ini “.
Lead khusus :
Klien : “ kemarin saya pergi dengan teman saya untuk membeli buku bersama dan ketika perjalanan pulang terjadi kecelakaan “
Ko’r : “siapa yang mengalami kecelakaan ?”

10
Silence (diam)
Teknik yang berupa suasana hening, tidak ada interaksi verbal antara konselor dan konseli dalam proses konseling. Dilakukan selama 2-3/3-5 menit
Jenis – jenis Silence :
1.     silence dari konselor
2.    silence dari konseli
1.     memberikan kesempatan kepada klien untuk istirahat atau mereorganisasi pikiran dan perasaannya atau mereorganisasi kalimat yang akan dikemukakan selanjutnya.
2.    Memberikan kesempatan untuk berfikir bagi klien
3.    mendorong klien atau memotivasi klien mencapai tujuan konseling
Verbal :
-          konselor diam
Non verbal :
kecondongan tubuh tetap baik, kontak mata tetap menunjukkan perhatian atau fokus pada konseli, badan konselor condong kedepan

Silence dari Konselor
Klien : “ saya tidak tega melihat ibu saya terbaring sakit bu..rasanya lebih baik saya yang sakit daripada ibu saya. Saya sedih sekali “ (sambil menangis)
Ko’r : (diam selama beberapa detik)
Silence dari konseli :
Konselor : “ semua orang pasti merasa sedih apabila melihat ibunya terbaring sakit “..
Klien : “ ( diam meresapi apa yang dikatakan oleh klien dan menenangkan diri )
11
Reassurance (penguatan/dukungan)
Teknik yang digunakan oleh konselor untuk memberikan dukungan/penguatan terhadap pernyataan positif klien agar ia menjadi lebih yakin dan percaya diri. Teknik ini juga dapat digunakan untuk mendorong klien agar dirinya lebih tabah dan tegar dalam menghadapi situasi atau hal – hal yang tidak menyenangkan bagi dirinya.
Jenis – jenis reassurance ada 4 :
1.     Approval
2.    Prediction Reassurance
(Penguatan Prediksi) : penguatan terhadaprencana positif klien.
3.    Postdiction Reassurance : penguatan terhadap tingkah laku positif yang telah dilakukan konseli.
4.    Factual Reassurance : penguatan untuk mengurangi beban konseli.
1.     Terbangkitkannya semangat konseli ke arah rencana yang positif.
2.    Teredakannya keraguan, kecemasan, dan ketegangan konseli untuk melaksanakan perilaku baru.
3.    Semakin menguatnya perilaku baru.
4.    Terdorongnya konseli untuk memperluas perilaku baru yang berhasil.
5.    Terbebaskannya konseli dari emosi yang menyakitkan, memalukan, ataupun menekan.

1.     Approval : bagus sekali, hebat, istimewa, super.
2.    Prediction Reassurance :
-          jika…maka..
-          kalau
-          apabila
-          andaikan
-          tidak mustahil
-          tidak menutup kemungkinan
3.    Postdiction Reassurance :
-          Setelah
-          atas usaha yang dilakukan…nyatanya..
-          denganupaya yang dilakukan ..buktinya….
-          setelah usaha yangdilakukan…..terbukti…..
-          dengan upaya yang dilakukan…hasilnya…
4.    Factual Reassurance
-          sudah pasti
-          sudah barang tentu
Approval
Klien : “kemarin saya mendapatkan juara satu dalam lomba pidato bahasa inggris pak..”
Ko’r : “wah..hebat sekali..semoga bisa dipertahankan dan ditingkatkan…”
Prediction
Klien : “ pak..nilai matematika saya kemarin sangat jelek. Tetapi saya berencana untuk mengikuti les matematika agar nilai saya bisa jauh lebih baik ..”
Ko’r : “ bagus sekali rencana mba tia, jika mba mengikuti les matematika, tidak menutup kemungkinan nilai matematika mba tia akan lebih bagus “
Postdiction :
Klien : “ kemarin saya tidak tahu sama sekali  bermain piano, setelah saya berlatih rutin setiap hari, sekarang saya sudah bisa memainkan satu lagu dengan piano pak…”
Ko’r : “ bagus mba..setelah usaha yang dilakukan oleh mba..buktinyamba sekarang bisa memainkan satu lagu dengan piano…”
Factual reassurance :
Klien : “saya sangat kecewa dengan diri saya sendiri bu..saya baru pertama kali maju depan orang banyak. Pidato saya berantakan, saya merasa sangat tidak berguna “
Ko’r : “ semua orang sudah pasti pernah mengalami kegagalan, apalagi itu merupakan pidato pertamamu di depan orang banyak, itu merupakan hal yang wajar..”
12
Rejection
Teknik yang digunakan konselor untuk melarang klien melakukan rencana yang akan membahayakan atau merugikan dirinya atau orang lain .
Penolakan terhadap perilaku yang ditunjukkan klien
Ada 2 jenis
Langsung
Tidak langsung

Perbedaan
Action limit : yang sudah terjadi
Rejection : baru rencana dan belum terjadi
1.     Agar klien tidak melakukan rencana yang membahayakan dan merugikan diri sendiri dan orang lain.
2.    Agar klien memikirkan kembali rencanya yang sudah diputuskan
3.    Agar klien tidak cepat mengambil keputusan yang salah serta membahayakan.
4.    Membuka wawasan konseli atas beberapa alternatif tindakan yang lebih menguntungkan.
5.    Mendorong konseli menempuh tindakan lain sebagai pengganti tindakannya yang merugikan.
Tidak langsung :
-          coba pikirkan masak – masak
-          coba pikirkan kembali

Langsung :
-          jangan, jangan anda lakukan rencana itu
-          jangan sampai anda melakukan itu
Non verbal :
-          Menggelangkan kepala
-          Mengerutkan dahi
Klien : “ saya benar – benar kesal dengan selingkuhan pacar saya. besok saya akan meletakkan ular di tas selingkuhan pacar saya”
Ko’r : “ jangan, jangan anda lakukan rencana itu. hal itu sangat berbahaya bagi orang lain …”
13.
Advice (Saran atau nasehat)
Teknik yang digunakan konselor untuk memberikan nasehat atau saran bagi klien agar klien dapat lebih jelas mengenai apa yang dikerjakannya. Alternative solusi
Jenis – jenis advice ada 3
1.     advice langsung (dilakukan saat konseli benar-benar tidak mengetahui apa-apa/hal-hal yang faktual)
2.    advice persuasive (dilakukan ketika sudah ada rencana /tindakan)
3.    advice alternative (dilakukan ketika konseli sudah mengetahui kelebihan dan kenurangan dari setiap alternative tindakan yang akan dilakukan)
1.     Diharapkan  jika   advice  diterapkan secara  efektif dan  bekerjasama,konseli  akan  menggunakan  informasi baru  untuk memikirkan perbuatan dengan cara-cara baru pula
2.    Agar klien lebih jelas dan lebih pasti mengenai apa yang akan dikerjakan. (advice persuasif).
3.    Agar klien mengetahui fakta mengenai informasi yang sama sekali belum klien ketahui (advice langsung)
4.    Agar klien mangetahui kelebihan dan kekurangan setiap alternatif pilihan (advice alternatif).
advice langsung :
-          seyogyanya
-          sebaiknya..
-          semestinya..
advice persuasif
-          berdasarkan alasan – alasan yang anda kemukakan tadi…maka..
-          berdasarkan cerita anda..maka…
-          sesuai pernyataan anda…maka…
advice Alternatif
-          mari kita bicarakan bersama keuntungan dan kerugiannya…
-          mari kita diskusikan bersama..
-          mari kita bahas bersama…
Advice langsung
Klien : “pak..saya belum mempunyai informasi yang memadahi mengenai pendaftaran SNMPTN, apa yang harus saya lakukan pak?”
Ko’r : “berhubung bapak belum mengetahui informasi tersebut, mba sebaiknya masuk ke website resmi SNMPTN, disitu akan dapat dilihat secara lengkap prosedur pendaftarannya.
Advice Persuasif
Klien : “ saya tidak merasa nyaman pada jurusan IPA yang saya jalani saat ini bu. Nilai – nilai saya jelek, dan jurusan ini juga bukan merupakan keinginan saya. saya ingin pindah jurusan IPS yang saya sukai bu agar saya nyaman dan mendapatkan nilai yang lebih bagus ..”
Ko;r : “berdasarkan alasan – alasan yang mba kemukakan tadi yaitu mba ingin pindah jurusan ke IPS karena bukan jurusan keinginan mba, nilai – nilai mba jelek dan mba tidak menyukainya, maka baik sekali apabila rencanamu dilaksanakan.
Advice Alternatif
Klien : “pak, saya ingin pindah kos karena dikos saya yang sekarang sering kurang air. Tetapi kalo saya pindah ke kos yang saya tuju  itu jauh dari kampus saya. Orang tua saya menyarankan saya untuk segera pindah kos “
Ko’r : “ baiklah, marilah kita diskusikan  kelebihan dan kekurangan apabila mba tetap di kos yang sekarang dan apabila mba pindah kos, sehingga nanti bisa kita temukan pilihan yang paling menguntungkan mba desi”.
14
Summary (Ringkasan)
Teknik yang digunakan konselor untuk menyimpulkan atau ringksan mengenai apa yang telah dikemukakan klien pada proses komunikasi konseling.
Jenis – jenis Summary :
1.     Summary Bagian
2.    Summary Akhir/ keseluruhan (langung dilakukan konselor , tidak langsung dilakukan konseli). Terfokus pada rencana yang akan segera dilakukan
Fungsinya sebagai alat mengukur kecermatan konselor terhadap permasalahan konseli
1.     membantu klien dan konselor menggabungkan bagian – bagian dari pernyataan konselor dan klien.
2.    memfokuskan ide – ide yang bertebaran
3.    membantu klien menyadari kemajuan yang dicapai.
4.    membantu mengakhiri proses wawancara konseling.
5.    memberikan keyakinan klien bahwa konselor meresapi pesan klien.
Summary bagian :
-          untuk sementara ini..
-          sampai saat ini..
-          sejauh ini…
-          selama ini…
Summary Akhir :
-          sebagai kesimpulan akhir..
-          sebagai puncak pembicaraan kita…
-          dari awal hingga akhir pembicaraan kita…
Summary bagian :
Klien : “sejauh ini dari  pembicaraan kita dapat disimpulkan bahwa kita telah membahas masalah yang mas andi hadapi yaitu mengenai kesulitan dalam mempelajari sesuatu yang hitungan. Sekarang marilah kita bicarakan cara – cara yang dapat membantu mas andi mengatasi masalah tersebut “
Summary Akhir/keseluruhan
Ko’r : “Sebagai kesimpulan akhir dari pembicaraan kita dapat ibu kemukakan bahwa mba dira mempunyai kesulitan dalam penyesuain diri di sekolah yang baru. Oleh karena itu, mulai besok mba dira akan mencoba menggunakan cara – cara menyesuaikan diri dengan sekolah baru yang sudah kita bicarakan tadi”.
15
Termination (pengakhiran)
Ketrampilan / teknik yang digunakan konselor untuk mengakhiri komunikasi berikutnya maupun mengakhiri karena komunikasi konseling betul-betul telah “berakhir”.
Baik waktunya maupun masalahnya yang sudah selesai/teratasi.
Pedoman terminasi
Melakukab summary akhir, mengucapkan terimakasih, mengantar klien ke pintu kluar
1.     Memiliki peta kognitif perjalanan konseling.
2.    Mencapai pemahaman antara konselor dan konseli mengenai apa yang telah berhasil dicapai bersama dalam konseling.
3.    Mengkomunikasikan keperluan penyesuaian konseli terhadap pengambilan tanggungjawabnya seusai konseling.
4.    Memelihara persepsi pantas konseli tentang penerimaan dan pemahaman konselor
Verbal
-          Kita akhiri ….,
-          Baiklah, sekarang waktu telah menunjukkan pukul…. sesuai dengan kesepakatan kita di awal pertemuan tadi bahwa pertemuan kita ini hanya sampai pukul………
-          Membuat summary
Non verbal
-          Melihat jam.
-          Merapikan kembali   alat-alat yang telah digunakan
Verbal
Ko’r : “ baik, tidak terasa sudah 45 menit kita melakukan proses konseling, sesuai dengan kesepakatan bahwa konseling berlangsung selama 50 menit. Oleh karena itu marilah kita manfaatkan waktu 5 menit ini untuk mengulas hal – hal yang telah kita bahas tadi. Coba mba ungkapkan pokok – pokok dari pembicaraan kita tadi “.
Non verbal
Ko’r : “ ( melihat jam dan merapikan benda – benda yang telah digunakan diatas meja )

16
Konfrontasi
Teknik yang menantang konseli untuk melihat adanya inkonsistensi antara perkataan dengan perbuatan atau bahasa badan, ide awal dengan ide berikutnya, senyum dengan kepedihan, dan sebagainya.
Jenisnya ada 4
1.     Pernyataan dan perilaku kanseli
2.     
3.     
4.     
Agar klien menyadari dan menghadapi berbagai pikiran, perasaan dan kenyataan yang terjadi pada dirinya, yang ingin disembunyikan atau diingkarinya.
-          tadi anda mengatakan  bahwa…tetapi..
-          semula anda berkata bahwa…. belakangan…
-          awalnya anda mengatakan…akhirnya..
Klien : “ saya sudah merasa nyaman dengan kos yang saya tempati saat ini. saya mempunyai rencana untuk pindah kos “
Ko’r : “anda mengatakan bahwa anda sudah nyaman dengan kos yang anda tempati tetapi anda mempunyai keinginan untuk pindah”
17
Interpretasi
(ketrampilan untuk mempengaruh)
Keterampilan yang digunakan konselor dalam proses konseling untuk menafsirkan makna dari pesan yang di ungkapkan konseli, baik itu perasaan, ide-ide, pikiran, perilaku maupun sikap dari konseli.

Jenisnya ada 3 :
1.     Pengecekan informasi
2.    Interpretasi tunggal
3.    Interpretasi ganda (prilaku dan perkataan)
1.     Membantu memahami diri klien dengan apabila klien bersedia terbuka dan mempertimbangkannya
2.    Mengembangkan hubungan menyehatkan melalui dorongan pengungkapan diri konseli, peningkatan kredibilitas konselor dan pengkomunikasian sikap-sikap menyehatkan kepada konseli.
3.    Memotivasi konseli menggantikan pemikiran merusak diri atau tingkah laku tidak efektif.
-          Nampaknya yang anda katakan adalah…….
-          Jadi anda berpikir bahwa…..
-          Sepertinya yang anda katakan….
-          menurut anda….
-          agaknya anda…
Klien : “bu..saya sudah mencoba menanyakan kepada sahabat saya mengenai sebab dia mendiamkan saya berhari – hari. Saya juga sudah minta maaf apabila saya punya salah ke sahabat saya. tetapi sahabat saya tetap saja mendiamkan saya bu. saya harus berbuat apa lagi?”
Ko’r :  “ sepertinya yang anda katakan yaitu anda sudah berusaha menanyakan dan meminta maaf kepada sahabat anda, tetapi sahabat anda tetap mendiamkan anda. Agaknya anda menyerah atas sikap sahabat anda tersebut?
 ..

0 komentar:

Posting Komentar