PETA KOGNITIF
KETRAMPILAN DASAR KONSELING
|
No
|
TEKNIK
|
DEFINISI
|
TUJUAN
|
MODALITA
|
CONTOH
APLIKASI
|
|
1
|
Attending (Perhatian)
|
Teknik
yang digunakan konselor untuk memusatkan perhatian kepada klien agar klien
merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas
mengungkapkan tentang apa saja yang ada dalam pikiran, perasaan ataupun
tingkah lakunya.
Rumus
attending 3VS :
Visual,
verbal traking (mngikuti arah pembicaraan, pembicaraannya runtut), Vocal
(intonasi, artikulasi, kecepatannya harus ada dinamikanya), body language
(solar)
Duduk
sejajar , open gesture (tangan harus diperhatikan ), kecondongan tubuh ,
econtect, relex body language
|
1.
Agar konseli merasa dihargai.
2.
Agar terbina suasana yang
kondusif saat proses konseling.
3.
Agar konseli dapat terbuka selama
proses konseling
|
Ø Non verbal :
-
Posisi badan : duduk dengan
badan menghadap klien, tangan berpegang bebas, responsive dengan menggunakan
bagian wajah, badan tegak lurus tanpa kaku.
-
Kontak mata : kontak mata dengan
melihat klien pada waktu dia berbicara kepada konselor dan sebaliknya.
-
Mendengarkan : mendengar dengan tepat
dan mengingat dengan tepat apa yang dikatakan oleh klien.
Rumus 3M :
Mendengarkankan scra efektif
Memahami
Merespon
|
Klien
: “bu..saya bingung”
Klien : “ saya bingung harus
bercerita bagaimana ke ayah saya soal saya pindah jurusan “..
Ko’r : ( kontak mata tetap terjaga,
menunjukkan empati )
|
|
2
|
Opening (Pembukaan)
|
Teknik
untuk membuka/memulai komunikasi/hubungan konseling.
Hal
yang perlu dilakukan :
-
menyambut kehadiran klien.
-
membicarakan topic netral.
-
memindahkan pembicaraan topic netral
ke dalam permulaan konseling
Setelah
opening teknik netral
Fungsinya
untuk mencuptakan hubungan baik
Kemudian
kalimat penjembatan/transisi (ada pengantar td yg dibicarakan kemudian ke
bhsan yg akn dibahas
Hindari
kata : “ bisakah saya bantu ? “
|
Agar
tercipta kepercayaan konseli terhadap konselor
|
Verbal
-
Memberi atau menjawab salam
-
Menyebut klien (Menyebut nama klien)
-
Mempersilahkan duduk
Non verbal
-
Konselor membukakan pintu, tersenyum
-
Jabat tangan
-
Senyum dengan ceria
-
Mengiringi konseli pada tempat duduk
|
Menyambut
kehadiran klien
Klien
: “assalamualaikum “ ( sambil mengetuk pintu )
Ko’r
: “waalaikum salam “ ( sambil membukakan pintu, berjabat tangan )..mba dina,
silahkan masuk, silahkan duduk .
Membicarakan topic netral :
Ko’r
: “Silahkan duduk mba dian..”
Klien
: “ iya bu..”
Ko’r
: “ bagaimana kabarnya mba dian ?”
Klien
: “baik bu..”
Ko’r
: “ibu dengar mba dian kemarin ikut lomba menyanyi…” ( topic netral )
Pengalihan
topik netral
Ko’r
: “ setelah kita membicarakan mengenai hobi mba tadi, apa ada hal lain yang
ingin mba bicarakan dengan ibu ?”
|
|
3
|
Acceptance (penerimaan)
|
Teknik
yang digunakan konselor untuk menunjukkan minat dan pemahaman terhadap hal –
hal yang dikemukakan konseli.
|
Agar
konseli merasa dihargai dan diterima keberadaannya.
|
Verbal :
-
Bentuk
pendek : oh..ya, lalu, kemudian, ya …ya, hem..hem
-
bentuk
panjang :saya memahami, saya dapat merasakan
….., saya dapat mengerti masalah ……..
Non
verbal :
-
anggukan kepala
-
posisi duduk condong ke depan,
memajukan sedikit kursi konselor
-
perubahan mimic
-
memelihara kontak mata
|
Verbal
bentuk panjang
Klien : “ ibu dan ayah saya
bertengkar dari kemarin, itu gara – gara ayah saya sering pulang malam. Saya
bingung harus bagaimana agar ayah dan ibu saya tidak bertengkar lagi. Saya
takut pada ayah saya. hal itu yang membuat saya tidak berkonsentrasi belajar.
Ko’r : “ibu bisa memahami perasaan
mba dian”
Non verbal
Klien : “ saya sudah berusaha untuk
selalu menyapa terlebih dahulu kepada sahabat saya. saya sudah mencoba untuk
meminta maaf apabila saya mempunyai salah kepada sahabat saya tersebut….”
Ko’r : ( menganggukan kepala )
|
|
4
|
Restatement (pengulangan)
|
Teknik
yang digunakan konselor untuk mengulang/menyatakan kembali pernyataan klien (
sebagianatau seluruhnya) yang dianggap penting. (mengulang tanpa modalita)
Jenisnya
ada 2 yaitu :
1.
Pengulangan kata ex : hamil ??, jatuh
??)
2.
Pengulangan kalimat (anda sekarang
hamil ??)
Nada
harus diperhatikan tidak boleh seperti orang kaget
|
1.
Menemukan dan memperjelas inti
masalah dari konseli
2.
memudahkan konselor memberikan
alternatif/arahan solusi yang dapat dilakukan.
3.
mengecek persepsi konselor.
|
Tidak
terdapat modalita
|
Klien
: “ saya sudah mengenalkan pacar saya kepada orang tua saya. saya berharap
orang tua saya merestui hubungan kami, tetapi ternyata orang tua saya tidak
merestui apabila saya dengan pacar saya menikah”.
Ko’r
: “ orang tua mas arif tidak merestui hubungan mas arif dengan pacar mas arif
?”
|
|
5
|
Reflection of Feeling (Pemantulan
Perasaan)
|
Teknik
yang digunakan konselor untuk memantulkan perasaan/sikap yang terkandung di
balik pernyataan klien.
|
1.
mendorong klien agar lebih terbuka
2.
agar klien lebih percaya diri
3.
menunjukkan bahwa konselor benar –
benar memahami klien
|
-
kedengarannya..
-
nampaknya..
-
sepertinya..
-
rupa – rupanya..
-
rasa – rasanya..
-
nada – nadanya..
-
kelihatannya..
|
Klien
: “ saya tidak menyangka sahabat saya itu tega mengkhianati saya dengan
merebut pacar saya bu. Saya masih heran. Dia adalah sahabat yang saya
percayai “
Ko’r : “sepertinya mas alan kecewa
sekali dengan tindakan sahabat mas alan..”
|
|
6
|
Clarification
|
Teknik
yang digunakan untuk mengungkapkan kembali isi pernyataan klien dengan
menggunakan kata – kata baru atau segar. Dengan bahasa konselor sendiri
|
1.
mengungkapkan isi pesan utama yang
disampaikan konseli.
2.
mempertegas/memperjelas inti/isi
pesan konseli
|
-
pada dasarnya
-
pada pokoknya
-
pada intinya
-
singkat kata
-
dengan kata lain
-
Pada hakikatnya
-
Pada prinsipnya..
|
Klien
: “ kemarin adi mengajak saya nonton, tetapi ia mengingkari janjinya
dan ia tidak datang sehingga saya menonton sendiri. Dan beberapa jam yang lalu
ali, kakaknya adi mengajak saya nonton juga, saya langsung menolaknya. Saya
berfikir bahwa ali juga akan mengingkari janjinya seperti yang dilakukan oleh
Adi karena mereka kakak beradik”.
Ko’r
: “Pada intinya mba lulu menyamakan sikap ali dengan Andi?”
|
|
7
|
Paraprase
|
Teknik
berupa kata – kata konselor untuk pengulangan kembali esensi dari pernyataan
konseli.mengulang dengan bahasa klien
|
1.
menemukan inti permasalahan
2.
menyatakan kembali ungkapan klien.
3.
memberi arahan jalannya wawancara
konseling.
4.
pengecekan kembali persepsi konselor
tentang apa yang diungkapkan oleh konseli.
|
-
jadi anda berpikiran bahwa..
-
menurut anda….
-
anda mengatakan bahwa…
-
nampaknya yang anda katakana adalah
..…
|
Klien
: “ sejak kelas 1 SMA saya sudah kos karena rumah saya jauh dari sekolah saya.
saya sudah lama tidak pulang karena saya tidak berani menghadapi ayah saya.
Nilai semester saya kemarin tidak memuaskan. Pasti ayah akan kecewa sekali
dengan saya. Pasti ayah saya akan memarahi saya”
Ko’r : “ mba mengatakan bahwa mba ayu
takut dengan ayah mba ayu?”
|
|
8
|
Structuring ( Pembatasan )
|
Teknik
yang digunakan konselor untuk memberikan batas – batas/pembatasan agar proses
konseling berjalan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dalam konseling.
Structuring
sangat penting terutama bagi klien yg belum pernah melakukan konseling
Jenis
– jenis structuring :
1.
Time limit : time limit dari konseli,
time limit dari konselor.
2.
Role limit (pembatasan peran )
3.
Problem limit
4.
Action limit
|
1.
agar terjalin pandangan yang sama
antara konselor dan konseli
2.
agar proses konseling berjalan sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai
3.
klien akan menjadi siap dalam proses
konseling
|
-
menurut pemahaman saya tentang
konseling….
-
untuk memperlancar proses konseling..
-
perlu diketahui bahwa…
-
dalam masalah yang anda kemukakan tadi
terdapat…
-
untuk menghemat waktu…
-
sekarang marilah..
-
tenang – tenang
|
Time
Limit
Time
limit dari konseli :
Klien
: “ bu..saya ingin konseling dengan ibu, tetapi perlu ibu ketahui bahwa saya
hanya mempunyai waktu 30 menit, karena nanti saya ada mata pelajaran
tambahan..”
Ko’r
: “ oleh karena hal tersebut, marilah kita memanfaatkan waktu 30 menit
tersebut dengan sebaik – baiknya ..”
Time
limit dari konselor
Ko’r
: “ sebelum konseling dimulai, perlu diketahui bahwa nanti pukul 14. 45
ibu ada rapat bersama kepala sekolah, jadi ibu hanya mempunyai waktu 45
menit. Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan waktu 45 menit tersebut
dengan sebaik – baiknya “.
Role
Limit :
Klien
: “saya benar – benar tidak tahu harus bagaimana dalam menghadapi ayah
saya yang tidak menyetujui saya dengan pacar saya. saya sangat membutuhkan
saran dari ibu. Saya harus bagaimana menurut ibu?..”
Ko’r
: “menurut pemahaman ibu tentang konseling, konseling itu bukan sepenuhnya
pemberian nasehat dan saran. Semua keputusan ada ditangan mas alif, ibu hanya
membantu mengarahkan mas alif untuk menemukan keputusan yang tepat”
Action
Limit :
(
klien berdiri dan menangis )
Klien
: “ saya tidak mengharapkan anak ini lahir kedunia bu, saya malu apabila anak
ini lahir tanpa ayah ( sambil menggebrak meja )”
Ko’r
: “ tenang – tenang, mba ina boleh menangis dan merasa kesal, tetapi tolong
mba ina jangan menggebrak meja, karena hal tersebut menggangu orang lain “
|
|
9
|
Lead (pengarahan)
|
Teknik
yang digunakan konselor untuk mengarahkan pembicaraan klien dari satu hal ke
hal yang lain secara langsung. Sering disebut ketrampilan bertanya.5W+1H
Jenis – jenis lead :
1.
lead umum (baik digunakan di awal
proses konseling
2. lead
khusus
Hindari kalimat Tanya apakah
….??? Karena jawabannya pasti iya/tidak dan mendorong klien untuk mencari
atau membuat alasan. Sebaiknya tidak dilakukan beruntun karena terkesan
konselor mengeksploitasi klien.
|
1.
Mendorong klien untuk merespon
pembicaraan terutama pada awal – awal pertemuan.
2.
Agar klien lebih
terbuka
3.
Menggali informasi lebih mendalam.
4.
Terfokusnya arah pembicaraan klien
|
Lead umum :
-
coba ceritakan
-
coba uraikan
-
coba jelaskan( kalimat tanya terbuka
)
-
coba kemukakan
Lead
khusus :
-
apa yang terjadi?
-
kapan kejadiannya?
(kalimat tanya tertutup ( 5W + 1H )
kecuali mengapa dan bagaimana)
|
Lead
umum :
Klien : “ saya sedang bingung bu…”
Ko’r : “coba ceritakan kepada ibu hal
yang membuat mba ira bingung saat ini “.
Lead khusus
:
Klien : “ kemarin saya pergi dengan
teman saya untuk membeli buku bersama dan ketika perjalanan pulang terjadi
kecelakaan “
Ko’r : “siapa yang mengalami
kecelakaan ?”
|
|
10
|
Silence (diam)
|
Teknik
yang berupa suasana hening, tidak ada interaksi verbal antara konselor dan
konseli dalam proses konseling. Dilakukan selama 2-3/3-5 menit
Jenis
– jenis Silence :
1.
silence dari konselor
2. silence
dari konseli
|
1.
memberikan kesempatan kepada klien
untuk istirahat atau mereorganisasi pikiran dan perasaannya atau
mereorganisasi kalimat yang akan dikemukakan selanjutnya.
2.
Memberikan kesempatan untuk berfikir
bagi klien
3.
mendorong klien atau memotivasi klien
mencapai tujuan konseling
|
Verbal :
-
konselor diam
Non verbal :
kecondongan
tubuh tetap baik, kontak mata tetap menunjukkan perhatian atau fokus pada
konseli, badan konselor condong kedepan
|
Silence
dari Konselor
Klien
: “ saya tidak tega melihat ibu saya terbaring sakit bu..rasanya lebih baik
saya yang sakit daripada ibu saya. Saya sedih sekali “ (sambil menangis)
Ko’r
: (diam selama beberapa detik)
Silence
dari konseli :
Konselor
: “ semua orang pasti merasa sedih apabila melihat ibunya terbaring sakit “..
Klien
: “ ( diam meresapi apa yang dikatakan oleh klien dan menenangkan diri )
|
|
11
|
Reassurance (penguatan/dukungan)
|
Teknik
yang digunakan oleh konselor untuk memberikan dukungan/penguatan terhadap
pernyataan positif klien agar ia menjadi lebih yakin dan percaya diri. Teknik
ini juga dapat digunakan untuk mendorong klien agar dirinya lebih tabah dan
tegar dalam menghadapi situasi atau hal – hal yang tidak menyenangkan bagi
dirinya.
Jenis – jenis reassurance ada 4 :
1.
Approval
2. Prediction
Reassurance
(Penguatan
Prediksi) : penguatan terhadaprencana positif klien.
3. Postdiction
Reassurance : penguatan terhadap tingkah laku positif yang telah dilakukan
konseli.
4. Factual
Reassurance : penguatan untuk mengurangi beban konseli.
|
1.
Terbangkitkannya semangat konseli ke
arah rencana yang positif.
2.
Teredakannya keraguan, kecemasan, dan
ketegangan konseli untuk melaksanakan perilaku baru.
3.
Semakin menguatnya perilaku baru.
4.
Terdorongnya konseli untuk memperluas
perilaku baru yang berhasil.
5.
Terbebaskannya konseli dari emosi
yang menyakitkan, memalukan, ataupun menekan.
|
1.
Approval : bagus sekali, hebat,
istimewa, super.
2. Prediction
Reassurance :
-
jika…maka..
-
kalau
-
apabila
-
andaikan
-
tidak mustahil
-
tidak menutup kemungkinan
3.
Postdiction Reassurance :
-
Setelah
-
atas usaha yang dilakukan…nyatanya..
-
denganupaya yang dilakukan
..buktinya….
-
setelah usaha yangdilakukan…..terbukti…..
-
dengan upaya yang dilakukan…hasilnya…
4.
Factual Reassurance
-
sudah pasti
-
sudah barang tentu
|
Approval
Klien : “kemarin saya mendapatkan
juara satu dalam lomba pidato bahasa inggris pak..”
Ko’r : “wah..hebat sekali..semoga
bisa dipertahankan dan ditingkatkan…”
Prediction
Klien : “ pak..nilai matematika saya
kemarin sangat jelek. Tetapi saya berencana untuk mengikuti les matematika
agar nilai saya bisa jauh lebih baik ..”
Ko’r : “ bagus sekali rencana mba
tia, jika mba mengikuti les matematika, tidak menutup kemungkinan nilai
matematika mba tia akan lebih bagus “
Postdiction :
Klien : “ kemarin saya tidak tahu sama
sekali bermain piano, setelah saya berlatih rutin setiap hari, sekarang
saya sudah bisa memainkan satu lagu dengan piano pak…”
Ko’r : “ bagus mba..setelah usaha
yang dilakukan oleh mba..buktinyamba sekarang bisa memainkan satu lagu dengan
piano…”
Factual reassurance
:
Klien : “saya sangat kecewa dengan
diri saya sendiri bu..saya baru pertama kali maju depan orang banyak. Pidato
saya berantakan, saya merasa sangat tidak berguna “
Ko’r : “ semua orang sudah pasti
pernah mengalami kegagalan, apalagi itu merupakan pidato pertamamu di depan
orang banyak, itu merupakan hal yang wajar..”
|
|
12
|
Rejection
|
Teknik
yang digunakan konselor untuk melarang klien melakukan rencana yang akan
membahayakan atau merugikan dirinya atau orang lain .
Penolakan
terhadap perilaku yang ditunjukkan klien
Ada
2 jenis
Langsung
Tidak
langsung
Perbedaan
Action
limit : yang sudah terjadi
Rejection
: baru rencana dan belum terjadi
|
1.
Agar klien tidak melakukan rencana
yang membahayakan dan merugikan diri sendiri dan orang lain.
2.
Agar klien memikirkan kembali
rencanya yang sudah diputuskan
3.
Agar klien tidak cepat mengambil
keputusan yang salah serta membahayakan.
4.
Membuka wawasan konseli atas beberapa
alternatif tindakan yang lebih menguntungkan.
5.
Mendorong konseli menempuh tindakan
lain sebagai pengganti tindakannya yang merugikan.
|
Tidak langsung :
-
coba pikirkan masak – masak
-
coba pikirkan kembali
Langsung :
-
jangan, jangan anda lakukan rencana
itu
-
jangan sampai anda melakukan itu
Non verbal :
-
Menggelangkan kepala
-
Mengerutkan dahi
|
Klien
: “ saya benar – benar kesal dengan selingkuhan pacar saya. besok saya akan
meletakkan ular di tas selingkuhan pacar saya”
Ko’r
: “ jangan, jangan anda lakukan rencana itu. hal itu sangat berbahaya bagi
orang lain …”
|
|
13.
|
Advice (Saran atau nasehat)
|
Teknik
yang digunakan konselor untuk memberikan nasehat atau saran bagi klien agar
klien dapat lebih jelas mengenai apa yang dikerjakannya. Alternative solusi
Jenis – jenis advice ada 3
1.
advice langsung (dilakukan saat
konseli benar-benar tidak mengetahui apa-apa/hal-hal yang faktual)
2.
advice persuasive (dilakukan ketika
sudah ada rencana /tindakan)
3.
advice alternative (dilakukan ketika
konseli sudah mengetahui kelebihan dan kenurangan dari setiap alternative
tindakan yang akan dilakukan)
|
1.
Diharapkan jika advice diterapkan secara
efektif dan bekerjasama,konseli akan menggunakan
informasi baru untuk memikirkan perbuatan dengan cara-cara baru
pula
2.
Agar klien lebih jelas dan lebih
pasti mengenai apa yang akan dikerjakan. (advice persuasif).
3.
Agar klien mengetahui fakta mengenai
informasi yang sama sekali belum klien ketahui (advice langsung)
4.
Agar klien mangetahui kelebihan dan
kekurangan setiap alternatif pilihan (advice alternatif).
|
advice
langsung :
-
seyogyanya
-
sebaiknya..
-
semestinya..
advice
persuasif
-
berdasarkan alasan – alasan yang anda
kemukakan tadi…maka..
-
berdasarkan cerita anda..maka…
-
sesuai pernyataan anda…maka…
advice
Alternatif
-
mari kita bicarakan bersama
keuntungan dan kerugiannya…
-
mari kita diskusikan bersama..
-
mari kita bahas bersama…
|
Advice
langsung
Klien : “pak..saya belum mempunyai
informasi yang memadahi mengenai pendaftaran SNMPTN, apa yang harus saya
lakukan pak?”
Ko’r : “berhubung bapak belum
mengetahui informasi tersebut, mba sebaiknya masuk ke website resmi SNMPTN,
disitu akan dapat dilihat secara lengkap prosedur pendaftarannya.
Advice Persuasif
Klien : “ saya tidak merasa nyaman
pada jurusan IPA yang saya jalani saat ini bu. Nilai – nilai saya jelek, dan
jurusan ini juga bukan merupakan keinginan saya. saya ingin pindah jurusan
IPS yang saya sukai bu agar saya nyaman dan mendapatkan nilai yang lebih
bagus ..”
Ko;r : “berdasarkan alasan – alasan
yang mba kemukakan tadi yaitu mba ingin pindah jurusan ke IPS karena bukan
jurusan keinginan mba, nilai – nilai mba jelek dan mba tidak menyukainya,
maka baik sekali apabila rencanamu dilaksanakan.
Advice Alternatif
Klien : “pak, saya ingin pindah kos
karena dikos saya yang sekarang sering kurang air. Tetapi kalo saya pindah ke
kos yang saya tuju itu jauh dari kampus saya. Orang tua saya
menyarankan saya untuk segera pindah kos “
Ko’r : “ baiklah, marilah kita
diskusikan kelebihan dan kekurangan apabila mba tetap di kos yang
sekarang dan apabila mba pindah kos, sehingga nanti bisa kita temukan pilihan
yang paling menguntungkan mba desi”.
|
|
14
|
Summary (Ringkasan)
|
Teknik
yang digunakan konselor untuk menyimpulkan atau ringksan mengenai apa yang
telah dikemukakan klien pada proses komunikasi konseling.
Jenis
– jenis Summary :
1.
Summary Bagian
2.
Summary Akhir/ keseluruhan (langung
dilakukan konselor , tidak langsung dilakukan konseli). Terfokus pada rencana
yang akan segera dilakukan
Fungsinya
sebagai alat mengukur kecermatan konselor terhadap permasalahan konseli
|
1.
membantu klien dan konselor
menggabungkan bagian – bagian dari pernyataan konselor dan klien.
2.
memfokuskan ide – ide yang bertebaran
3.
membantu klien menyadari kemajuan
yang dicapai.
4.
membantu mengakhiri proses wawancara
konseling.
5.
memberikan keyakinan klien bahwa
konselor meresapi pesan klien.
|
Summary bagian :
-
untuk sementara ini..
-
sampai saat ini..
-
sejauh ini…
-
selama ini…
Summary Akhir :
-
sebagai kesimpulan akhir..
-
sebagai puncak pembicaraan kita…
-
dari awal hingga akhir pembicaraan
kita…
|
Summary
bagian :
Klien
: “sejauh ini dari pembicaraan kita dapat disimpulkan bahwa kita telah
membahas masalah yang mas andi hadapi yaitu mengenai kesulitan dalam
mempelajari sesuatu yang hitungan. Sekarang marilah kita bicarakan cara –
cara yang dapat membantu mas andi mengatasi masalah tersebut “
Summary
Akhir/keseluruhan
Ko’r
: “Sebagai kesimpulan akhir dari pembicaraan kita dapat ibu kemukakan bahwa
mba dira mempunyai kesulitan dalam penyesuain diri di sekolah yang baru. Oleh
karena itu, mulai besok mba dira akan mencoba menggunakan cara – cara
menyesuaikan diri dengan sekolah baru yang sudah kita bicarakan tadi”.
|
|
15
|
Termination (pengakhiran)
|
Ketrampilan
/ teknik yang digunakan konselor untuk mengakhiri komunikasi berikutnya
maupun mengakhiri karena komunikasi konseling betul-betul telah “berakhir”.
Baik
waktunya maupun masalahnya yang sudah selesai/teratasi.
Pedoman
terminasi
Melakukab
summary akhir, mengucapkan terimakasih, mengantar klien ke pintu kluar
|
1.
Memiliki peta kognitif perjalanan
konseling.
2.
Mencapai pemahaman antara konselor
dan konseli mengenai apa yang telah berhasil dicapai bersama dalam konseling.
3.
Mengkomunikasikan keperluan
penyesuaian konseli terhadap pengambilan tanggungjawabnya seusai konseling.
4.
Memelihara persepsi pantas konseli
tentang penerimaan dan pemahaman konselor
|
Verbal
-
Kita akhiri ….,
-
Baiklah, sekarang waktu telah
menunjukkan pukul…. sesuai dengan kesepakatan kita di awal pertemuan tadi
bahwa pertemuan kita ini hanya sampai pukul………
-
Membuat summary
Non
verbal
-
Melihat jam.
-
Merapikan kembali
alat-alat yang telah digunakan
|
Verbal
Ko’r : “ baik, tidak terasa sudah 45
menit kita melakukan proses konseling, sesuai dengan kesepakatan bahwa
konseling berlangsung selama 50 menit. Oleh karena itu marilah kita
manfaatkan waktu 5 menit ini untuk mengulas hal – hal yang telah kita bahas
tadi. Coba mba ungkapkan pokok – pokok dari pembicaraan kita tadi “.
Non verbal
Ko’r : “ ( melihat jam dan merapikan
benda – benda yang telah digunakan diatas meja )
|
|
16
|
Konfrontasi
|
Teknik
yang menantang konseli untuk melihat adanya inkonsistensi antara perkataan
dengan perbuatan atau bahasa badan, ide awal dengan ide berikutnya, senyum
dengan kepedihan, dan sebagainya.
Jenisnya
ada 4
1.
Pernyataan dan perilaku kanseli
2.
3.
4.
|
Agar
klien menyadari dan menghadapi berbagai pikiran, perasaan dan kenyataan
yang terjadi pada dirinya, yang ingin disembunyikan atau diingkarinya.
|
-
tadi anda mengatakan
bahwa…tetapi..
-
semula anda berkata bahwa…. belakangan…
-
awalnya anda mengatakan…akhirnya..
|
Klien
: “ saya sudah merasa nyaman dengan kos yang saya tempati saat ini. saya
mempunyai rencana untuk pindah kos “
Ko’r
: “anda mengatakan bahwa anda sudah nyaman dengan kos yang anda tempati
tetapi anda mempunyai keinginan untuk pindah”
|
|
17
|
Interpretasi
(ketrampilan untuk mempengaruh)
|
Keterampilan
yang digunakan konselor dalam proses konseling untuk menafsirkan makna dari
pesan yang di ungkapkan konseli, baik itu perasaan, ide-ide, pikiran,
perilaku maupun sikap dari konseli.
Jenisnya
ada 3 :
1.
Pengecekan informasi
2.
Interpretasi tunggal
3.
Interpretasi ganda (prilaku dan
perkataan)
|
1.
Membantu memahami diri klien dengan
apabila klien bersedia terbuka dan mempertimbangkannya
2.
Mengembangkan hubungan menyehatkan
melalui dorongan pengungkapan diri konseli, peningkatan kredibilitas konselor
dan pengkomunikasian sikap-sikap menyehatkan kepada konseli.
3.
Memotivasi konseli menggantikan
pemikiran merusak diri atau tingkah laku tidak efektif.
|
-
Nampaknya yang anda katakan adalah…….
-
Jadi anda berpikir bahwa…..
-
Sepertinya yang anda katakan….
-
menurut anda….
-
agaknya anda…
|
Klien
: “bu..saya sudah mencoba menanyakan kepada sahabat saya mengenai sebab dia
mendiamkan saya berhari – hari. Saya juga sudah minta maaf apabila saya punya
salah ke sahabat saya. tetapi sahabat saya tetap saja mendiamkan saya bu.
saya harus berbuat apa lagi?”
Ko’r : “ sepertinya yang anda
katakan yaitu anda sudah berusaha menanyakan dan meminta maaf kepada sahabat
anda, tetapi sahabat anda tetap mendiamkan anda. Agaknya anda menyerah atas
sikap sahabat anda tersebut?
|






0 komentar:
Posting Komentar