Pelepasan balon

Acara pelepasan balon setelah wisuda di Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Semarang

foto UNNES saat malam hari

Universitas Semarang tampak depan

Praktek bimbingan konseling belajar

Foto bersama guru BK disalah satu SMP Negeri di Semarang

MUSIK

Jumat, 02 Januari 2015

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR


HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SMP N 19 SEMARANG

Proposal

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan
Dosen Pengampu:1. Dra. Bu Maria Theresia Sri Hartati, M.Pd.
                                    2. Edwindha Prafitra Nugraheni, S.Pd., Kons.





Oleh:
Ana Rahmatun Khasanah
1301413131


JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014




I.                  Judul
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SMP NEGERI 19 SEMARANG

II.               Latar Belakang
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang terjadi di dalam satu situasi. Situasi belajar ini ditandai dengan motif-motif yang ditetapkan dan diterima oleh siswa. Terkadang satu proses belajar tidak dapat mencapai hasil maksimal disebabkan karena ketiadaan kekuatan yang mendorong ( motivasi ).
Belajar mengajar merupakan suatu proses yang sangat kompleks, karena dalam proses tersebut siswa tidak hanya sekedar menerima dan menyerap informasi yang disampaikan oleh guru, tetapi siswa dapat melibatkan diri dalam kegiatan pembelajaran dan tindakan paedadogis yang harus dilakukan, agar hasil belajarnya lebih baik dan sempurna. Dari proses pembelajaran tersebut siswa dapat menghasilkan suatu perubahan yang bertahap dalam dirinya, baik dalam bidang pengetahuan, keterampilan dawn sikap. Adanya perubahan tersebut terlihat dalam prestasi belajar yang dihasilkan oleh siswa berdasarkan evaluasi yang diberikan oleh guru.
Dalam proses belajar mengajar motivasi sangat besar peranannya terhadap prestasi belajar. Karena dengan adanya motivasi dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Bagi siswa yang memiliki motivasi yang kuat akan mempunyai keinginan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sehingga boleh jadi siswa yang memiliki intelegensi yang cukup tinggi menjadi gagal karena kekurangan motivasi, sebab hasil belajar itu akan optimal bila terdapat motivasi yang tepat. Karenanya, bila siswa mengalami kegagalan dalam belajar, hal ini bukanlah semata-mata kesalahan siswa, tetapi mungkin saja guru tidak berhasil dalam membangkitkan motivasi siswa.
Ada beberapa motivasi yang digunakan guru terhadap bahan pelajaran agar siswa tidak merasa bosan, seperti : memberikan hadiah, pujian, gerakan tubuh, memberikan angka atau penilaian, memberikan tugas dan hukuman. Motivasi yang kuat dalam diri siswa akan meningkatkan minat, kemauan dan semangat yang tinggi dalam belajar, karena antara motivasi dan semangat belajar mempunyai hubungan yang erat.
Motivasi sangat berperan dalam belajar, dengan motivasi inilah siswa menjadi tekun dalam proses belajar mengajar, dan dengan motivasi itu pula kualitas hasil belajar siswa dapat diwujudkan dengan baik. Siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas akan tekun dan berhasil dalam belajarnya. Tingginya motivasi dalam belajar berhubungan dengan tingginya prestasi belajar. Bahkan pada saat ini kaitan antara motivasi dengan perolehan dan atau prestasi tidak hanya dalam belajar. 

III.           Rumusan Masalah
1.      Adakah hubungan antara motivasi dan prestasi belajarpada siswa SMP Negri 19 Semarang ?

IV.           Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang ingin dicapai dari penelitian yang dilksanakan ini adalah :
1.      Manfaat teoritis : Dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai besarnya pengaruh motivasi, terutama terhadap prestasi pada siswa SMP N 19 Semarang
2.      Manfaat praktis : Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan pendidik atau guru dalam memberikan bimbingan terhadapanak didiknya

V.               KAJIAN TEORI
1.     Motivasi Belajar
1.1  Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi merupakan salah satu aspek psikis yang memiliki pengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar. Dalam Psikologi, istilah motif sering dibedakan dengan istilah motivasi. Kata "motif" diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Ada pun pendapat tokoh lain motif adalah tingkah laku atau perbuatan suatu tujuan atau perangsang.dan motif adalah segala daya yang mendorog seseorang untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian motif adalah dorongan atau kekuatan dari dalam diri seseorang yang dapat menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu. Pendapat-pendapat para ahli tentang definisi motivasi diantaranya adalah :
a.       M. Alisuf Sabri, motivasi adalah segala sesuatu yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong orang untuk memenuhi suatu kebutuhan.
b.      WS Winkel, motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif, motif menjadi aktif pada saat tertentu, bahkan kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau dihayati.
c.       M. Ngalim Purwanto mengemukakan bahwa motivasi adalah pendorong suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia menjadi tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mecapai hasil atau tujuan tertentu
Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli bahwa motivasi adalah suatu perubahan yang terdapat pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan.
Dapat disimpulkan bahwa motivasi sebagai suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan adanya tujuan, maka dalam motivasi terkandung tiga unsur penting, yaitu :
a.       Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia, perkembangan motivasi akanmembawa beberapa perubahan energi di dalam system "neurophysiological" yang ada pada organisme manusia.
b.      Motivasi ditandai dengan munculnya rasa "feeling", afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.
c.       Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi yakni tujuan.
Dengan demikian yang dimaksud dengan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
1.2  Macam-macam Motivasi Belajar
Dilihat dari berbagai sudut pandang, para ahli psikologi berusaha untuk menggolongkan motif-motif yang ada pada manusia atau suatu organisme kedalam beberapa golongan menurut pendapatnya masing-masing. motif itu ada tiga golongan yaitu :
a.       Kebutuhan-kebutuhan organis yakni, motif-motif yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan bagian dalam dari tubuh seperti : lapar, haus, kebutuhan bergerak, beristirahat atau tidur, dan sebagainya.
b.      Motif-motif yang timbul yang timbul sekonyong-konyong (emergency motives) inilah motif yang timbul bukan karena kemauan individu tetapi karena ada rangsangan dari luar, contoh : motif melarikan diri dari bahaya,motif berusaha mengatasi suatu rintangan.
c.       Motif Obyektif yaitu motif yang diarahkan atau ditujukan ke suatu bjek atau tujuan tertentu di sekitar kita, timbul karena adanya dorongan dari dalam diri kita.

1.3  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah sebagai berikut:
1.3.1        Faktor Intrinsik
a.       Kesehatan 
Sehat  bararti  dalam  keadaan  baik  segenap  badan  beserta bagian-bagiannya  atau  bebas  dari  penyakit.  Kesehatan adalah keadaan atau hal sehat. Kesehatan seseorang berpengaruh terhadap belajarnya.  Agar  seseorang  dapat belajar  dengan  baik  haruslah  mengusahakan  kesehatan badannya  tetap  terjamin  dengan  cara  selalu  mengindahkan ketentuan-ketentuan tentang bekerja, belajar, istirahat, tidur makan, olahraga, rekreasi dan ibadah.
b.      Perhatian 
Perhatian  menurut  Gazali  adalah  keaktifan  jiwa  yang dipertinggi,  jiwa  itu  pun  semata-mata  tertuju  pada  suatu objek  atau  sekumpulan  objek.  Untuk  dapat  menjamin  hasil yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan  yang  dipelajarinya,  jika  bahan  pelajaran  tidak menjadi  perhatian  siswa,  maka  timbulah  kebosanan, sehingga    tidak  lagi  suka  belajar.  Agar  siswa  dapat  belajar dengan baik, usahakanlah bahan pelajaran itu sesuai dengan hobi atau bakatnya. 
c.       Minat 
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan mengenang beberapa kegiatan.  Kegiatan yang diminati seseoarang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang. Jadi berbeda dengan perhatian, karena perhatiansifatnya  sementara  (tidak  dalam  waktu yang lama) dan belum tentu diikuti dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti dengan perasaan senang dan dari itu diperoleh kepuasan.
d.      Bakat
Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih. Bakat itu mempengaruhi belajar,  jika  bahan  pelajaran  yang  dipelajari  sesuai  dengan bakatnya,  maka  hasil  belajarnya  lebih  baik  karena  senang belajar.
1.3.2        Faktor Ekstrinsik
a.       Metode mengajar
Metode  mengajar  adalah  suatu  cara  atau  jalan  yang  harus dilalui dalam mengajar. Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Akibatnya siswa menjadi malas untuk belajar. Guru  yang progresif  berani  mencoba  metode-metode yang  baru, yang dapat  membantu  meningkatkan  kegiatan  belajar  mengajar, dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Agar siswa dapat belajar dengan baik, maka metode mengajar harus diusahakan yang tepat, efisien dan efektif.
b.      Alat pelajaran
Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa, karena  alat  pelajaran  yang  dipakai  oleh  guru  pada  waktumengajar  dipakai  pula  oleh  siswa  untuk  menerima  bahan yang diajarkan. Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akanmemperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada siswa.
c.       Kondisi lingkungan
Kondisi lingkungan merupakan unsur-unsur yang datang dari luar diri siswa. Lingkungan  siswa, sebagaimana  juga lingkungan  individu  pada  umumnya,  ada  tiga,  yaitu lingkungan  keluarga,  sekolah  dan  masyarakat.  Guru  harus berusaha mengelola kelas, menciptakan suasana belajaryang  menyenangkan,  menampilkan  diri  secara  menarik, dalam  rangka  membantu  siswa  termotivasi  dalam  belajar. Lingkungan fisik sekolah, sarana dan prasarana, perlu ditata dan dikelola, supaya menyenangkan dan membuat siswa betah belajar. Kecuali kebutuhan siswa terhadap sarana dan prasarana, kebutuhan emosional psikologis juga perlu mendapat perhatian. Kebutuhan rasa aman mialnya, sangat mempengaruhi belajar siswa. Kebutuhan  berprestasi, dihargai,  diakui,  merupakan  contoh-contoh  kebutuhan psikologis  yang  harus  terpenuhi,  agar  motivasi  belajar timbul.

1.4  Unsur-Unsur Motivasi Belajar
Ada beberapa unsur-unsur motivasi belajar yaitu :
a.       Cita-cita atau aspirasi siswa
Cita-cita dapat berlangsung dalam waktu sangat lama, bahkan sepanjang hayat.  Cita-cita  siswa  untuk  “menjadi  seseorang” akan  memperkuat  semangat  belajar  dan  mengarahkan  pelaku belajar. 
b.      Kemampuan Belajar
Kemampuan  belajar  meliputi  beberapa  aspek  psikis  yang terdapat  dalam  diri  siswa.  Misalnya pengamatan, perhatian, ingatan, daya pikir, dan fantasi.  Didalam kemampuan belajar ini, sehingga perkembangan berpikir siswa menjadi ukuran. Siswa  yang  taraf  perkembangan  berpikirnya  konkrit  (nyata) tidak  sama  dengan  siswa  yang  berpikir  secara  operasioanl (berdasarkan  pengamatan  yang  dikaitkan  dengan  kemampuan daya  nalarnya).  Jadi  siswa  yang  mempunyai  belajar  tinggi, biasanya  lebih  termotivasi  dalam  belajar,  karena  siswa  seperti itu  lebih  sering  memperoleh  sukses  oleh  karena  kesuksesan memperkuat motivasinya.
c.       Kondisi Jasmani dan Rohani Siswa
Siswa adalah makhluk yang terdiri dari kesatuan psikofisik. Jadi kondisi siswa yang mempengaruhi motivasi belajar disini berkaitan  dengan  kondisi  fisik  dan  kondisi  psikologis,  tetapi biasanya  guru  lebih  cepat  melihat  kondisi  fisik,  karena  lebih jelas menunjukkan gejalanya dari pada kondisi psikologis. 
d.      Kondisi Lingkungan Kelas
Kondisi lingkungan merupakan unsur-unsur yang datangnya dari luar diri siswa.  Lingkungan siswa sebagaimana juga lingkungan individu pada umumnya ada tiga yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
e.       Unsur-unsur Dinamis Belajar
Unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang keberadaannya dalam proses belajar yang tidak stabil, kadang lemah dan bahkan hilang sama sekali.
d.      Upaya Guru Membelajarkan Siswa
     Upaya  yang  dimaksud  disini  adalah  bagaimana  gurumempersiapkan  diri  dalam membelajarkan siswa mulai dari penguasaan materi, cara menyampaikannya, menarik perhatian siswa.

1.5  Ciri-Ciri Motivasi
Menurut Sardiman (2006:83) bahwa motivasi yang ada dalam diri seseorang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 
a.       Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama,tidak pernah berhenti sebelum selesai).
b.      Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).
c.       Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah (minat untuk sukses).
d.      Mempunyai orientasi ke masa depan.
e.       Lebih senang bekerja mandiri.
f.       Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitusaja, sehingga kurang kreatif).
g.      Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu).
h.      Tidak pernah mudah melepaskan hal yang sudah diyakini.
i.        Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.
Apabila seseorang telah memiliki ciri-ciri motivasi di atas maka orang tersebut selalumemiliki motivasi yang cukup kuat. Dalam kegiatan belajar mengajar akan berhasil baik, kalausiswa tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai masalah dan hambatan secaramandiri. Selain itu siswa juga harus peka dan responsif terhadap masalah umum dan bagaimanamemikirkan pemecahannya. Siswa yang telah termotivasi memiliki keinginan dan harapan untuk berhasil dan apabila mengalami kegagalan mereka akan berusaha keras untuk mencapaikeberhasilan itu yang ditunjukkan dalam prestasi belajarnya. Dengan kata lain dengan adanyausaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi maka seseorang yang belajar akanmelahirkan prestasi belajar yang baik.

1.6  Fungsi Motivasi dalam Belajar
Motivasi sangat berperan dalam belajar, siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil belajarnya. Makin tepat motivasi yang diberikan, makin berhasil pelajaran itu. Maka motivasi senantiasa akan menentukan intensitas usaha belajar bagi siswa. Adapun fungsi motivasi ada tiga, yaitu :
a.       Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.
b.      Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.
c.       Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Selain itu ada juga fungsi lain yaitu, motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi, karena secara konseptual motivasi berkaitan dengan prestasi dan hasil belajar. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. 
1.7  Upaya dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi siswa. Apalah artinya bagi seorang siswa pergi ke sekolah tanpa mempunyai motivasi belajar. Bahwa diantara sebagian siswa ada yang mempunyai motivasi untuk belajar dan sebagian lain belum termotivasi untuk belajar. Seorang guru melihat perilaku siswa seperti itu, maka perlu diambil langkah-langkah untuk membangkitkan motivasi belajar siswa.
Menurut Sardiman A.M, ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah. Beberpa bentuk dan cara motivasi tersebut diantaranya :


1.      Memberi angka
2.      Hadiah
3.      Saingan/kompetisi
4.      Memberi ulangan
5.      Mengetahui hasil
6.      Pujian
7.      Hukuman
8.      Hasrat untuk belajar
9.      Minat
10.  Tujuan yang diakui.


Demikian pembahasan tentang upaya dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa dan bentuk-bentuk motivasi yang dapat dipergunakan oleh guru agar berhasil dalam proses belajar mengajar serta dikembangkan dan diarahkan untuk dapat melahirkan hasil belajar yang bermakna bagi kehidupan siswa.
2.      Prestasi Belajar
2.1  Pengertian Prestasi belajar
Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, yakni "prestasi" dan "belajar", mempunyai arti yang berbeda. Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian prestasi belajar, peneliti menjabarkan makna dari kedua kata tersebut. Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individual atau kelompok.
a.       Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya).
b.      Saiful Bahri Djamarah, bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja.
c.       Nasrun Harahap, bahwa prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan siswa berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa.
Dari pengertian diatas bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan seseorang atau kelompok yang telah dikerjakan, diciptakan dan menyenagkan hati yang diperoleh dengan jalan bekerja.
Selanjutnya pengertian belajar, untuk memahami pengertian tentang belajar berikut dikemukakan beberapa pengertian belajar diantaranya :
a.       Menurut Slameto, belajar ialah Suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
b.      Muhibbinsyah, bahwa belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.
c.       James O. Whitaker memberikan definisi bahwa belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas bahwa belajar merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar dan rutin pada seseorang sehingga akanmengalami perub han secara individu baik pengetahuan, keterampilan, sikap dan tingkah laku yang dihasilkan dari proses latihan dan pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Adapun pengertian prestasi belajar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah "penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.
Dalam hal ini prestasi belajar merupakan suatu kemajuan dalam perkembangan siswa setelah ia mengikuti kegiatan belajar dalam waktu tertentu. Seluruh pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan perilaku individu terbentuk dan berkembang melalui proses belajar. 
Jadi prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu, umumnya prestasi belajar dalam sekolah berbentuk pemberian nilai (angka) dari guru kepada siswa sebagai indikasi sejauhmana siswa telah menguasai materi pelajaran yang disampaikannya, biasanya prestasi belajar ini dinyatakan dengan angka, huruf, atau kalimat dan terdapat dalam periode tertentu.
2.2  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Aktivitas belajar siswa tidak selamanya berlangsung wajar, kadang-kadang lancar dan kadang-kadang tidak, kadang-kadang cepat menangkap apayang dipelajari, kadang-kadang terasa sulit untuk dipahami. Dalam hal semangat pun kadang-kadang tinggi dan kadang-kadang sulit untuk bisa berkosentrasi dalam belajar. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap siswa dalam kehidupannya sehari-hari di dalam aktivitas belajar mengajar.
Setiap siswa memang tidak ada yang sama, perbedaan individual inilah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan siswa, sehingga menyebabkan perbedaan dalam prestasi belajar. Prestasi belajar merupakan hasil dari suatu proses yang di dalamnya terdapat sejumlah faktor yang saling mempengaruhi, tinggi rendahnya prestasi belajar siswa tergantung pada faktor-faktor tersebut. 
Menurut Muhibbinsyah, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
2.2.1        Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa),
                  Yakni keadaan/kondisi jasmani atau rohani siswa. Adapun yang tergolong faktor internal adalah:
a.       Faktor Fisiologis
Keadaan fisik yang sehat dan segar serta kuat akan menguntungkan dan memberikan hasil belajar yang baik. Tetapi keadaan fisik yang kurang baik akan berpengaruh pada siswa dalam keadaan belajarnya.
b.      Faktor Psikologis
Yang termasuk dalam faktor psikologis adalah intelegensi, perhatian, minat, motivasi dan bakat yang ada dalam diri siswa.
1.      Intelegensi, faktor ini berkaitan dengan Intellegency Question (IQ) seseorang
2.      Perhatian, perhatian yang terarah dengan baik akan menghasilkan pemahaman dan kemampuan yang mantap.
3.      Minat, Kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
4.      Motivasi, merupakan keadaan internal organisme yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu.
5.      Bakat, kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang.

2.2.2        Faktor Eksternal (faktor dari luar siswa)
Yakni kondisi lingkungan sekitar siswa. Adapun yang termasuk golongan faktor eksternal adalah :
1.      Faktor Sosial, yang terdiri dari :
ü  Lingkungan keluarga
ü  Lingkungan sekolah
ü  Lingkungan masyarakat

2.    Faktor Non Sosial
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non social adalah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga dan letaknya, alatalat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. Faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. 
2.2.3        Faktor Pendekatan Belajar (approach to learning)
                        Yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. Pendekatan belajar dapat dipahami sebagai segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran materi tertentu.
Dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa di sekolahnya sifatnya relative, artinya dapat berubah setiap saat. Hal ini terjadi karena prestasi belajar siswa sangat berhubungan dengan faktor yang mempengaruhinya, faktor-faktor tersebut saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Kelemahan salah satu faktor, akan dapat mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar. Dengan demikian, tinggi rendahnya prestasi belajar yang dicapai siswa di sekolah didukung oleh faktor internaldan eksternal seperti tersebut di atas.
VI.           Hipotesis
Hipotesis adalah perumusan jawaban sementara terhadap suatu soal, yang dimaksudkan sebagai tuntunan sementara dalam penyelidikan untuk mencari jawaban yang sebenarnya
Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dan prestasi belajar pada siswa SMP Negeri 19 Semarang 
Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar pada siswa SMP Negeri 19 Semarang 


VII.        Kerangka Berfikir
Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu, umumnya prestasi belajar dalam sekolah berbentuk pemberian nilai (angka) dari guru kepada siswa sebagai indikasi sejauhmana siswa telah menguasai materi pelajaran yang disampaikannya, biasanya prestasi belajar ini dinyatakan dengan angka, huruf, atau kalimat dan terdapat dalam periode tertentu.
Motivasi mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Seorang anak yang memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar akan berdampak  terhadap prestasi belajarnya, dimana anak akan memacu dirinya untuk terus meningkatkan prestasi belajarnya, sebaliknya jika motivasi anak rendah maka akan cenderung menjadi anak yang malas dan ini akan berdampak pada menurunnya prestasi anak di sekolah Dan terkadang ada sebagian anak yang memang mempunyai motivasi yang tinggi namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja bahkan ada yang di bawah rata-rata, hal yang demikian itu biasanya dapat terjadi karena adanyan faktor-faktor tertentu
.
Motivasi Belajar Siswa
 
Prestasi Belajar Siswa
 
Text Box: Siswa SMP Negeri 19 Semarang

VIII.    Metode Penelitian
1.      Jenis Penelitian
Terdapat dua macam metode penelitian, yakni metode peneletian kuantitatif dan metode penelitian kulaitatif. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti adalah instrument kunci danhasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari generalisasi. Yang termasuk dalam metode kuantitatif adalah metode eksperimen (tempat di lab dan ada perlakuan) dan metode survey (tempat alamiah dan tidak ada perlakuan), sedangkan yang termasuk metode kualititif adalah metode naturalistic (tempat alamiah dan tidak ada perlakuan). Sugiyono (2013: 11-15)
Berdasarkan penjelasan diatas jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitif dengan metode survey karena dalam penelitian ini digunakan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan instrument penelitian yang diberikan pada siswa SMP Negeri 19 Semarang dan hasilnya dianalisis secara statistik.

2.      Variabel Penelitian
Sugiyono (2013: 60-75) mengemukakan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang mempuanyai variansi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
a.      Identifikasi Variabel
1)      Variabel independen (variabel bebas) merupakan variabel yang mempengarugi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah adalah motivasi belajar siswa SMP Negeri 19 Semarang
2)      Variabel dependen (variabel terikat) merupakan variabel yang  dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa SMP Negeri 19 Semarang
b.      Hubungan Variabel
Penelitian ini menggunakan paradigam penelitian sederhana dimana terdapat satu variabel dependent dan satu variabel independent.

Prestasi belajar
 
Text Box: Motivasi belajar

c.       Definisi  Operasional Variabel
1)      Motivasi Belajar
Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi, karena secara konseptual motivasi berkaitan dengan prestasi dan hasil belajar. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. 
2)      Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu, umumnya prestasi belajar dalam sekolah berbentuk pemberian nilai (angka) dari guru kepada siswa sebagai indikasi sejauhmana siswa telah menguasai materi pelajaran yang disampaikannya, biasanya prestasi belajar ini dinyatakan dengan angka, huruf, atau kalimat dan terdapat dalam periode tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
a.       Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani atau rohani siswa
b.      Faktor Eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan sekitar siswa
c.       Faktor Pendekatan Belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.

3.      Populasi dan Sampel Penelitian
1)   Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu (Sugiyono, 2013: 117). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 19 Semarang yang terdiri dari 850 siswa, dengan siswa kelas VII berjumlah 280, siswa kelas VIII berjumlah 285, dan siswa kelas IX berjumlah 285.
2)      Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2013: 118). Pada penelitian ini akan digunakan proportionate stratified random sampling, karena populasi (siswa SMP Negeri 19 Semarang) homogeny dan berstrata proposional.

4.      Metode dan Alat Pengumpulan Data
Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan survey. Alat pengumpulan data (instrument) yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Skala Psikologis
Dalam penelitian ini menggunakan skala psikologis yang diberikan kepada siswa SMA Negeri 19 Semarang. Bentuk skala psikologis yang akan disebarkan dengan menggunakan skala likert bentuk checklist penyekoran dari skala psikologisnya adalah sebagai berikut:

Jawaban
Skor Soal Skala Psikologis
+
-
Sangat Setuju (SS)
5
1
Setuju (S)
4
2
Ragu-Ragu (R)
3
3
Tidak Setuju (TS)
2
4
Sangat Tidak Setuju (STS)
1
5

KISI-KISI SKALA PSIKOLOGIS
Variabel
Sub Variabel
Indikator
Deskriptor
Item
+
_
Faktor-Faktor Motivasi Belajar
Internal
Minat
Motivasi belajar karena minat yang disukai
1, 2, 3, 4

Bakat
Motivasi belajar karena bakat yang dimiliki
5

Kesehatan
Motivasi belajar karena kondisi kesehatan
6, 7, 8, 9

Perhatian
Motivasi belajar karena menaruh perhatian kepada guru, teman, maupun mata pelajaran
10

Kondisi Rohani/Psikis
Motivasi belajar karena kondisi psikologis/rohani
11
12
Kemampuan Belajar
Motivasi belajar karena kemampuan belajar
13, 16, 17, 18, 19, 20
14, 15
Cita-Cita atau Aspirasi Siswa
Motivasi belajar karena cita-cita atau aspirasi siswa
21, 22, 23

Eksternal
Metode Mengajar
Motivasi belajar karena menyukai metode pengajaranyang diterapkan
25
26. 27, 28
Alat Pelajaran
Motivasi belajar karena menyukai alat pelajaran
24

Kondisi Lingkungan
Motivasi belajar karena kondisi lingkungan
29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40

Unsur Dinamis Belajar
Motivasi belajar karena unsur-unsur dinamis belajar
41, 42, 43, 44, 45, 46

Upaya Guru Membelajarkan Siswa
Motivasi belajar karena upaya guru membelajarkan siswa
47, 48, 49, 50


b.      Metode Observasi
Metode observasi merupakan salah satu metode penelitian dengan cara mengamati dan melakukan pengamatan, pencatatan sistematis terhadap fenomena yang diselidiki.
Metode observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang berupa kenyataan atau bahan-bahan keterangan tentang kondisi dari obyek penelitian. Dan metode penelitian yang penulis pakai adalah metode observasi nonpartisipan, karena penulis bukan merupakan bagian dari subyek penelitian.
IX.             Validitas dan Reliabilitas
Setelah angket diuji cobakan kepada siswa SMP Negri 19 Semarang untuk selanjutnya dilakukan uji validitas dan relibialitas. Validitas dan reliabilitas merupakan dua hal yang saling berkaitan dan menentukan alat ukur. Dengan alat ukur yang kualitasnya tinggi maka hasil dari suatu penelitian akan menghaasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan. Dengan demikian suatu alat ukur penelitian sebelum digunakan haruslah memenuhi persyaratan valid dan reliabel sehingga alat-alat ukur tersebut tidak menyesuaikan hasil pengukuran dan kesimpulan.
a. Validitas
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes dapat dikatakan validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut.
b. Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauhmana alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.
X.               Metode Analisis Data
Metode analisis data yang ditetapkan pada penelitian ini adalah metode analisis statistik, dengan uji korelasi product moment dari person, alasannya adalah bahwa statistik merupakan cara ilmiah yang dipersiapkan untuk mengumpulkan, menyusun, menyajikan dan menganalisis data penelitian yang berwujud angka-angka. Lebih dari itu statistik diharapkan dapat menyediakan dasar-dasar yang dapat dipertanggung jawabkan untuk menarik kesimpulan yang benar dan mengambil keputusan yang baik.




DAFTAR PUSTAKA

A.M, Sardiman.2004. Interaksi dan Motivasi Belajar, Jakarta: PT Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri.1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Surabaya: Usaha Nasional.
Muhibbinsyah. 2002. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2012.Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta Bandung.